Tuesday, 20 January 2015

MEMATUT DIRI, MENGAMBIL PERAN DIAKHIR ZAMAN

Oleh: Alfian Tanjung

Perang akhir zaman semakin menunjukkan tanda-tandanya, bagi orang-orang yang beriman dari khabar nubuwah akan semakin semangat untuk semakin mendekatkan diri pada Allah swt, dengan memperhebat ibadah kepadaNya dan mengoptimalkan peran keduniaanya dengan berkhidmad pada perjuangan menuju izzul Islam wal Muslimin dalam bentuk membangun komunitas Islami sampai terbangunnya Khilafah Islam minhaju nubuwah.
Kasus pembunuhan terhadap awak Charlie Hebdo dimanipulasi oleh Zionist Israel untuk memperbanyak warga Yahudi di Israel, yang selanjutnya mereka terus melecehkan dan menginginkan padamnya cahaya Islam, yang bisa dipastikan hal tersebut akan sia-sia.
Kedatangan Dajjal merupakan suatu kepastian, demkkian halnya dengan kedatangan Imam mahdi, maka bagi kita kaum beriman, pilihan yang tepat dan rasional adalah mempersiapkan untuk menjadi anggota pasukan Panji hitam atau menjadi pendukung perjuangan Pasukan Panji Hitam. Karena dunia akan eksis, berkeadilan dan memanusiakan manusia hanya dengan tegaknya Islam secara ilmiah dan daulah.
HANYA DENGAN SISTEM ISLAM SAJALAH SISTEM SOSIAL POLITIK MANUSIA MODERN AKAN SAMPAI PADA PUNCAK PERADABANNYA
Alfian Tanjung Kultwit: @alfiantmf

Thursday, 8 January 2015

MENATA POTENSI KEKUATAN POLITIK INDONESIA: UPAYA SADAR MENGELOLA ASPIRASI ISLAM & UMAT ISLAM

Oleh: Alfian Tanjung


Indonesia hanya dan pasti berjaya dengan penerapan Syariat Islam sebagai sistem hidup secara subtantif dan simbolik yang berjalan tanpa dikhotomi. Salah satu langkah yang bisa dan Insya Allah pasti bisa adalah penataan dan penguatan politik Islam, baik melalui kelembagaan partai politik Islam (baca: PPP, PKS dan PBB) maupun kelembagaan lain yang mengarahkan pada tegaknya syariat Islam secara formal (paling tidak memberikan ruang dan peluang untuk formalisasi tegaknya NKRI Syariah).


Keberadan lembaga pendidikan merupakan keniscayan, baik lembaga pendidikan negri, swasta Islam dan Pondok Pesantren, juga aank-anak muslim dilembaga "Tetangga" (sekolah Kristen, Budha, Hindu dan Nasionalis sekuler. Resultan potensi SDM Muslim harus terkoneksikan dengan spirit Islam, disinilah tugas dari MIUMI, FPI, DDII, Muhammadiyah, NU, Taruna Muslim dan lembaga Islam lain. Melalui pendidikan SDM umat bisa diajak untuk memahami dan menghayati serta menjiwai bahwa hanya Islam sajalah Ad din (baca: Agama) yang diterima oleh Allah swt dan diterima oleh fitrah insan modern di era Global digital dan ultra digital, Islam is solution.

Otoritas Politik dan kekuatan Politik, merupakan jembatan Emas dan Jalan Tol kemenangan Islam dalam artian tegaknya syariat Islam secara keilmuan dan penerapan hukum Islam karena terjewantahkan dalam bentuk konstitusi. Disini Hizbut Tahrir berpeluang untuk menawarakan konsepnya denga catatan bahwa Tasamuh, Ta'awun dan Sinergitas kekuatan Politik Islam dibangun karena Allah swt. Karena DI/TII dan NII (Bukan KW IX), Jama'ah Muslimin Hizbullah juga menempati posisi penting dalam upaya ini. Kita bisa terus bertumbuh dan bekembang tambah harus bertumbuk dan pecah.

Syarat utama adalah ikhlaskanlah perjuangan Politik Islam untuk tegaknya kekuasaan Allah swt dimuka bumi, hanya karena dan untuk Allah swt semata, syarat berikutnya adalah masing-masing pihak membuka pintu hati, pintu otak dan pintu silaturahim. Konsolidasi dan soliditas internal umat merupakan modal yang sangat signifikan. Adapun keberadaan Laskar atau Tentara Islam, Kerja diplomasi Internasional, kesiapan konsep aplikasi (Sistem rumah tangga modern, Poligami sebagai solusi, sistem perbank-kan Islam, tak dibenarkan keberadan sistem konvensional lagi, sistem ZIS yang berkekuatan hukum tetap, pajak hanya untuk non Islam), dan yang lainnya merupakan faktor penyempurna secara proses.

MARI KITA MULAI TUMBUH KEMBANGKAN BENIH DAULAH ISLAM DIHATI DAN OTAK KITA MAKA PASTI DAULAH AKAN TEGAK !!!


Alfian Tanjung
Pimpinan Taruna Muslim
Pengasuh Majelis Lentera Jihad (MLJ)
Anggota Majelis Syuro DDII DKI Jakarta
Ketua Majelis Syuro DPP FDKM Tangerang Raya
Dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr HAMKA (UHAMKA)
Ketua Umum Badan Pekerja Pusat (BPP) Gerakan Nasional Patriot Indonesia (GNPI, Gerakan Patriot).
Waket Bidang Litbang DPP PPP Periode 2014-2019
Waket PARMUSI DKI Jskarta


Fanpage: https://www.facebook.com/alfiantanjungtm
Twitter: @alfiantmf

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) harus jadi: PARTAI PEMBANGUNAN PERSATUAN (PPP).

Oleh: Alfian Tanjung

Hadiah Harlah ke 42 untuk PPP, pada 5 januari 1973 Presiden Soeharto membentuk Partai Pemaksaan Persatuan (PPP). Dalam perjalanannya PPP menunjukkan dinamika yang diluar dugaan dalam Pemilu 1977 Golkar partai Politik pemerintah yang tak mau disebut Partai kalah telak dibeberapa Provinsi, terutama di DKI Jakarta. Inilah yng menjadi alasan kuat Golkar menggembosi PPP dengan Peristiwa Lapangan Banteng, 1982.

Keberadaan empat unsur dalam PPP membuat racikan potensi politik yang luar biasa : NU, MI/Muhammadiyah, PSII an PERTI. Dengan segala keterbatasan PPP bisa eksis pada masa orde baru. Pada hari kamis tanggal 21 Mei 1998 jam 09.50 menit, Pak Soeharto mengundurkan diri. Potensi Politik Islam terpolarisasi dalam euphoria reformasi yang lepas kendali. PPP menjadi partai yang survive dalam posisi sepatu, banyak variabel yang bisa ditulis. Dalam situasi Neo Liberal yang menampung PKI, Kristening Politik, Cina Naga Kuning dan Naga Merah (PKC), Zionist Melayu dan anasir perusak Islam lainnya.

PPP dituntut untuk mengambil peran yang lebih ekstra keras dan serius, tawaran saya harus dirubah dulu Akronim PPP selama ini Partai Persatuan Pembangunan menjadi PARTAI PEMBANGUNAN PERSATUAN. Kubu yang berlaku adalah PPP 1973, bukan kubu KIH (Koalisi Indonesia Hancur) atau KMP ( Koalisi Mainan Prabowo). PPP, Partai Pembangunan Persatuan, harus mengambil langkah sebagai berikut : Demisionerkan Romi cs, Anulir Djan Fardz dkk
(terlalu banyak tikus lompat pagar dari partai lain yang langsung menjadi pengurus harian).

Kang Chozin Chumaedy, Ustadz Zarkasih Nur, Abang Bachtiar CHamsyah, Mas Yudo Paripurno, Mas Hadimulyo, uni Aisyah Aminy, bang Barlianta Harahap, Ustadz Ridwan Lubis. Mereka harus segera mengambil alih peran penataan PPP. Keberadaan mediator seperti Pak Din Syamsudin harus mengarahkan pada penyehatan PPP sesuai dengan akar sejarah kenapa PPP dibentuk dan peran strategis PPP sebagai lokomotif Koalisi Islam, sebagai kendaraan perjuangan Politik Islam dan umat Islam (bersama PKS dan PBB) dalam pemilihan langsung ditahun 2019 yang akan datang.

MILAD KE 42 PPP, TEGAKKAN SYARIAH BERSAMA UMAT !!!

Alfian Tanjung
Waket Departemen Penguatan Idiologi DPP PPP, Periode 2011-2015.

MENJAGA KEUTUHAN NKRI: UNTUK KEDAULATAN KITA


Oleh: Alfian Tanjung

Indonesia adalah eksistensi entitas manusia yang sangat heterogen yang disatukan oleh kalimah syahadat dengan rumus turunan tercantum dalam sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha

Esa yang hanya memiliki satu padanan kata yakni Allah swt. Maka tegas Indonesia adalah Negara Tauhid.

2015, disinyalir Indonesia akan pecah menjadi 9 s/d 17 negara baru (Lihat Sunyoto), atau William Cohen menyatakan akan ada dua negara yang akan hilang dari peta dunia pada tahun 2025 yakni Indonesia dan Pakistan. Bagi patriot Mujahidin hal ini tidak membuatnya gentar dengan mengatakan bahwa NKRI akan eksis dengn semakin kuat dalam bentuk NKRI Syariah.


Hal ini bukan mimpi, kematangan gerakan Islam yang pernah ada (NU, Muhmmadiyah dll) dan kecepatan gerak kelembagaan baru seperti FPI, MIUMI, MMI, JAT/JAS, HASI juga kematangan ditingkat Partai Islam seperti PPP, PKS dan PBB. Dengan semakin banyaknya yang mengenyam pendidikan Tinggi dan ketersediaan alat-alat yng membuat mudahnya akses informasi meniscayakan kalau Indonesia pasti akan bersebrangan outputnya dari apa yang diinginkan oleh para tuan besar dari kalangan Zionist-Freemasonry-Illuminati dan antek-antek dajjal lainnya, juga dari kalangan naga merah dan naga kuning.

Untuk menghadapi berbagai kemungkinan ada beberapa opsi gerakan yang bisa kita tempuh. Diawali dengan keberadaan tenaga penggerak baik secara perorangan maupun perwakilan kelembagaan. Sosok Ustadz Bachtiar Nasir harus segera mengambil peran, didukung oleh Habib Rizieq, Ustadz Syuhada Bachri, Ustadz Muhammad Thalib, Ustadz Sukino dan beberapa orang lagi, dukungan jaringan radio Islam dan TV Indonesia (Jaringan TV Islam Indonesia). Selain kerja-kerja politis dan akademis, keberadaan Cyber jihad 2045 akan sangat membantu untuk percepatan dan kecepatan kerja untuk mementahan kemauan kaum Dajjal tersebut.

Selanjunya para akademisi, pondok pesantren dan muballigh Islam harus mendapatkan asupan yang utuh sekitar bagaiamana MEMIIMPIN INDONESIA DENGAN ISLAM. Hal ini akan lebih ringan ketika TNI/POLRI memposisikan dirinya sebagai pelanjut perjuangan Jenderal besar Sudirman.

KITA PASTI BISA MENGGAGALKAN MAKAR MUSUH ALLAH SWT YANG JUGA MUSUH UMAT ISLAM.

Dalam tahun 2015 kita jadikan sebagai tahun PENATAAN, Karena tahun 2016-2018 merupakan tahun PERSIAPAN NASIONAL, dalam bentuk kaderiasi, perebutan posisi politik terkecil RT/RW dan posisi lainnya secara trias politika atau kepemimpinan umat secara informal.

Alfian Tanjung
Pimpinan Taruna Muslim
Ketua Majelis Syuro DPP FDKM Tangerang Periode 2014-2017.


Fan Page: https://www.facebook.com/alfiantanjungtm
Twitter: @alfiantmf

Saturday, 15 November 2014

ANTIVIRUS AHOK : GAGASAN MEMBANGUN KEKUATAN

Sabtu, 15 November 2014

Secara nasional Umat Islam memiliki agenda untuk memenangkan pertempuran dan peperangan dengan kaum "JIL"/"JIMM" dan Gerombolan musuh Islam ( PKI, Syiah, LDII, Zionist-Kritsen) yang direpresentasikan oleh Joko Wie, untuk menjadi orang nomer satu di Indonesia, si Ahok di DKI 1 ( yang merupakan jabatan HARAM baik secara Syariah maupun secara konstitusi), Agustin Teras Narang di Kalteng, Cornelis di Kalbar dll. Virus Ahok harus dibaca dengan mendalam karena dalam diri orang itu tergabung; Misi Satu Cina, Kristen Fundamentalis dan manusia Paranoid anti Islam.

Kader kader semodel Ahok sedang digodok, sekarang sudah dibuatkan SMA Presiden, SMA Taruna Nusantara (awalnya ditunggangi Leonardus Benny Moerdani, jagal Tanjung Priok 12 September 1984), PerguruanTinggi Kristen baik Katolik/Protenstan, CSIS dan jaringan penghancur Islam olahan si Pater Beek. Ditopang oleh si Komando Pastur (KOMPAS), Media Indonesia (98 % Kristen), Tempo group, Group pembully Islam dan kawanan RMS dan turunannya.

Virus Ahok perlu dibuatkan antinya, untuk itu ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh umat Islam.

Pertama, Kelembagaan Organisasi seperti FPI, MMI. JAT/JAS dan sejenisnya harus diperkuat dengan sistem pengkaderan dan seterusnya.

Kedua, Kelembagaan dua sayap Garuda Islam Muhammadiyah dan NU terus memantapkan perannya sebagai dua arus utama pembina keberislaman Indonesia, didukung oleh Persis, Al Wasliyah, Nahdatul Wathan, Wahdah Islamiyah, Al Irsyad, PSII, Perti, PII, HMI, GPII dan ormas lainnya terus bergerak mengkader kader umat dan kader Indonesia masa depan.

Ketiga, Berkaitan dengan keuangan, Koperasi BMT Syariah, BPRS, dan Bank Islam sampai dibentuknya OJK Syariah serta mesin keuangan umat alternatif lainnya bisa digarap oleh BIIF, komunitas tangan diatas, Janur Kuning dan konglomerat Muslim 2033.

Keempat, Keberadaan TV Islam Nusantara menjadi keharusan, ditopang oleh media online, jaringan Radio Islam Nusantara, surat kabar cetak baik harian maupun majalah dan tabloid, kesemuanya menjadi multimedia pengawal NKRI Syariah.

Kelima, Penyiapan SDM multi talenta dibahas secara khusus dalam jumlah yang banyak dan tersebar, untuk menjadi SDM umat-net yang pada saatnya akan menjadi penopang Proses Al Hurriyah NKRI Syariah, keterlibatan Partai Politik sangat dianjurkan bahkan diharuskan, sehingga dalam jangka yang panjang kader-kader Politik Islam sudah terbiasa berada dalam satu komunitas ditempat yang berbeda.

Keenam, hal-hal lain yang menopang efektifitas gerakan dieksekusi secara sambil berjalan dengan tetap membangun hubungan dengan gerakan Islam diberbagai dunia Islam, dibangun hubungan dengan gerakan transnasional dan negara-negara yang bersyariatkan Islam seperti Brunei Darussalam dan Turki (proses menunju purifikasi membangun Khilafah Islam). 
MARI SATUKAN LANGKAH UNTUK TEGAKKAN SYARIAH

Alfian Tanjung
Pimpinan Taruna Muslim
Pengasuh Majelis Lentera Jihad (MLJ)

Fanpage: https://www.facebook.com/alfiantanjungtm
Twitter: @alfiantmf

Thursday, 13 November 2014

ALASAN AHOK HARUS DILENGSERKAN

Jumat, 14 November 2014
Oleh : Tim Taruna Muslim (ikhwan)

“Ada sejumlah kebijakan dan perilaku negatif Ahok selama menjalankan jabatan dan fungsinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta yang menimbulkan berbagai masalah serius,” ujar Habib Rizieq. Beliau menyebutkan, antara lain:


Yang pertama, kerasahan umat Islam DKI Jakarta atas agama Ahok yang non Islam yang akan naik menjadi Gubernur DKI Jakarta.


Kedua, keresahan masyarakat Tionghoa di Jakarta dan daerah lainnya, karena sikap arogansi Ahok bertentangan dengan falsafah masyarakat Tionghoa yang ramah lagi santun, sehingga dikhawatirkan akan bisa menimbulkan dan menyulut aksi anti Cina di Indonesia.


Ketiga, keresahan umat beragama di Jakarta atas wacana yang pernah dilontarkan Ahok terkait penghapusan status agama di KTP warga DKI Jakarta.


Keempat, penghinaan terhadap agama Islam juga agama yang lain yang mana Ahok mengatakan ayat-ayat konstitusi di atas ayat-ayat suci.


Kelima, menggusur dua masjid di TIM (Taman Ismail Marzuki) dan Jatinegara.


Keenam, merubah pakaian seragam sekolah muslim/ah pada hari Jum’at dari baju muslim menjadi pakaian adat.


Ketujuh, wacana Ahok untuk merubah jam sekolah menjadi jam 9 pagi yang nantinya akan menyebabkan anak-anak umat Islam tidak lagi bangun shubuh.


Kedelapan, mengurangi bantuan terhadap majelis taklim dari 900 majelis taklim menjadi 80 majelis taklim.


Kesembilan, mengurangi kuota untuk bantuan pembangunan masjid dari 1.000 Masjid selama 1 tahun menjadi 300 masjid selama 1 tahun.


Kesepuluh, menghapuskan bantuan untuk madrasah dan sekolah Islam.


Kesebelas, menghentikan bantuan makan untuk jamaah haji DKI Jakarta di tahun 2014.


Kedua belas, mendukung pembangunan Gereja yang tidak sesuai dengan peruntukan.


Ketiga belas, menempati posisi-posisi ketua lembaga-lembaga keislaman di bawah Pemda DKI Jakarta.


Keempat belas, banyak kemaksiatan dan kemunkaran yang dilakukan Ahok salah satunya akan melokalisasi tempat prostitusi/pelacuran.


Kelima belas, penghinaan Ahok terhadap ormas Islam yang menuntut penutupan semua tempat pelacuran dengan menyebutnya sebagai ormas munafik.


Keenam belas, tidak bisa mengayomi dan turun ke warga DKI Jakarta dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.


Ketujuh belas, penyalahgunaan jabatan untuk misi Kristenisasi dengan kedok lelang jabatan sehingga lurah-lurah non Islam menjadi lurah di tengah warga yang mayoritas beragama Islam. Ia juga sudah melelang jabatan Kepala Sekolah Negeri se DKI, saat ini di Jakarta Barat saat saja 80% kepala sekolah negeri beragama Kristen.


Kedelapan belas, arogansi Ahok terhadap PNS dari jajaran pemda DKI Jakarta hingga tingkat kelurahan, bahkan pernah memarahi mereka dengan menyebutnya sebagai “binatang”.


Kesembilan belas, penghinaan Ahok terhadap para anggota DPRD DKI Jakarta dengan menyebut mereka sebagai pemeras dan tukang palak serta suka memperbudak Pemda sebagaimana dilansir oleh berbagai media cetak dan elektronik.


Kedua puluh, penghinaan Ahok terhadap rakyat dan pejabat di Jakarta dengan mengatakan “Bajingan di Jakarta mulai dari rakyat jelata hingga pejabat” yang dimuat Tribunnews.com, Kamis, 4 September 2014.


Kedua puluh satu, tidak legitimate karena Ahok bukan pilihan mayoritas warga DKI Jakarta. Terpilihnya Ahok hanya karena satu paket dengan Jokowi yang memiliki pencitraan dan elektabilitas tinggi. Itu pun yang memilih Jokowi-Ahok hanya sepertiga warga Jakarta.


Kedua puluh dua, melanggar konstitusi dengan menerbitkan Instruksi Gubernur No 67 tahun 2014, saat menjabat Plt. Gubernur DKI Jakarta ketika Jokowi cuti untuk Pilpres, yang berisi tentang pelarangan penjualan hewan kurban di tempat umum dan pemotongannya di halaman sekolah dan masjid serta fasilitas publik lainnya pada saat hari raya Idul Adha.


Kedua puluh tiga, melanggar kearifan lokal karena penjualan hewan kurban di tempat umum dan pemotongannya di halaman sekolah dan masjid serta fasilitas publik lainnya pada saat hari raya Idul Adha adalah sudah menjadi tradisi umat Islam Indonesia sejak ratusan tahun lalu.


Kedua puluh empat, menodai Islam karena keputusan tersebut telah menghina syariat kurban yang menjadi bagian penting dari syiar Islam.


• Dan yang kedua puluh lima, penyebab terjadinya kerusuhan Tanah Abang dan insiden DPRD sebagai akibat dari keputusan kontroversialnya tersebut.


“Itu semua sudah cukup menjadi alasan mengapa umat Islam khususnya warga DKI Jakarta untuk menuntut Ahok dilengserkan. Dan sudah cukup alasan bagi DPRD Jakarta untuk menggunakan hak interplasi, hak angket, dan hak impeacment kepada Kemendagri lalu meminta fatwa Mahkamah Agung (MA) agar Ahok diberhentikan,” pungkas Habib Rizieq.

DAYA UPAYA UNTUK LENGSERKAN AHOK
Berbagai macam usaha yang telah dilakukan warga Jakarta utuk menolak kenaikan Ahok menjadi seorang gubernur dikarenakan begitu banyak penyimpangan-penyimpangan yang telah dilakukan olehnya. Diantaranya munculnya berbagai macam pemasalahan dalam hal tempat ibadah, peraturan gubenur yang tidak sejalan dengan agama islam, sampai penghapusan keterangan agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Dalam sebuah media masa telah diterbitkan sebuah judul “Meresahkan!Ahok Bilang: Saya sudah Muak Bercerita Soal Agama”. Pada posting di media masa ini di uraikan beberapa dosa atau kesalahan yang dilakukan oleh Ahok yang di publikasikan oleh media masa ini menurut FPI (Front Pembela Islam). Ahok melaporkan surat rekomendasi pembubaran FPI ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum-HAM) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa 11 November 2014 kemarin. Akan tetapi FPI pun tak tinggal diam. Ormas pimpinan Muhammad Rizieq Shihab itu pun kini mempolisikan Ahok.
Berikut adalah kutipannya:
1. Meresahkan
FPI mengecam pernyataan Ahok kala awal 2013 lalu yang dinilai mencampuradukkan agama dengan politik. FPI menilai komentar Ahok itu telah meresahkan masyarakat.
“Menurut saya bagus tidak mencampurkan agama dengan politik. Ahok mengatakan dia kafir itu hak dia. Cuma, kita memberikan pandangan, perbaikan akhlak pun sangat penting,” kata Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Al Attas alias Habib Selon 21 Februari 2013 lalu.
Sebelumnya, Ahok menyatakan, agar tidak mengaitkan masalah akhlak dengan kinerja pemerintahan dan pembangunan. Menurutnya, masalah etika, moral dan akhlak adalah urusan agama.
“Jadi jangan ngomong agamalah, capek sudah saya ngomong agama. Jadi kita kerja sajalah. Silakan cap saya ini sekuler, kafir nomor satu, paling bejat. Ini saya udah kafir, sekuler lagi. Saya sudah muak bercerita soal agama, soal akhlak, kita buktikan perbuatan sekarang,” kata Ahok.
Walau begitu, Ahok mengaku sebagai pribadi yang tetap menjalankan ibadah dan keyakinan yang dianutnya. “Kalau saya ke Gereja tiap minggu, itu urusan saya. Saya takut karena ada Surga. Saya juga tidak tahu ada atau tidak surga itu, ya saya percaya saja,” pungkas Ahok sembari tertawa.
Berikutnya: Arogan…

2. Arogan
Tercatat sudah beberapa kali massa FPI mendatangi Balaikota Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka, menolak Ahok naik pangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
“Dengan memperhatikan dan menimbang berbagai alasan, DPD FPI Jakarta, telah mengeluarkan maklumat yang isinya antara lain, pertama DPD FPI DKI Jakarta menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta,” bunyi pesan tertulis yang diterima Liputan6.com 22 September 2014 malam.
Pada 24 September 2014, massa FPI pun mendatangi kantor DPRD DKI Jakarta. Dalam aksinya, FPI memprotes gaya bicara Ahok yang keras. Hal itu dianggap tidak pantas dilakukan apalagi sebagai pemimpin Ibukota.
“Ahok asal ngejeplak saja ngomongnya. Tidak pantas seorang pejabat arogan memimpin Jakarta,” ucap seorang orator.
Setelah beraksi pada 24 September, massa FPI kembali menyambangi Balaikota, Jakarta pada 3 Oktober 2014 lalu. Unjuk rasa yang dihujani batu dan kotoran hewan oleh massa FPI bercampur gas air mata dari petugas kala itu berbuntut panjang. Anarkis.
Bahkan 1 awak FPI, Habib Novel yang diduga kuat sebagai aktor yang menggerakan massa hingga berlaku anarkis diburu polisi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Buntutnya, 21 anggota FPI menyandang status tersangka.
Lalu apa kata Ahok soal aksi anarkis massa FPI? “Yah itu sih hak demokrasi orang mau demo oke-oke saja,” kata mantan Bupati Belitung Timur itu 10 Oktober 2014 lalu.
Berikutnya: Menyalahgunakan Kekuasaan…

3. Menyalahgunakan Kekuasaan
FPI tak terima dengan aksi Ahok yang merekomendasikan pembubaran ormas tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM. Mereka pun balik melaporkan pria berkacamata tersebut ke Polda Metro Jaya.
Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito menyatakan keberatan dengan sikap Ahok yang dinilainya sengaja memanfaatkan kekuasaan dan wewenang sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta terkait rekomendasi pembubaran FPI.
“Dia (Ahok) menggunakan kekuasaan dan wewenangnya membawa-bawa surat ke Mendagri ke Menkumham untuk membubarkan FPI. Ada urusan apa itu dengan Ahok?” ucap Sugito, Rabu (11/11/2014).
Tak berhenti di situ, FPI juga mengajukan permohonan judicial review atau uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait jabatan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Sementara Ahok masih tak terpengaruh dengan ancaman tersebut. “Terserahlah, gue mah mau kerja saja, pusing banget, kurang kerjaan gitu dia (FPI),” ujar Ahok.
Berikutnya: Ahok Seenaknya…

4. Seenaknya (semau gue)
Salah satu yang melandasi FPI menolak naik pangkatnya Ahok adalah soal larangan penjualan hewan kurban di trotoar jalan. Kebijakan itu memang dikeluarkan lewat Instruksi Gubernur nomor 67 Tahun 2014 tentang Pelarangan Menjual Hewan Qurban
“Ahok sudah kurang ajar. Dia dengan seenaknya mengeluarkan instruksi gubernur tentang larangan menjual kambing qurban,” kata seorang pemimpin FPI saat berorasi di depan Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu 24 September 2014.
Lalu apa kata Ahok? Dia mengatakan, permintaan pelarangan menjual hewan kurban itu datang sendiri dari beberapa pihak sekolah dasar (SD) di Jakarta. Karena mereka tak ingin pemotongan atau peternakan hewan itu dilihat anak-anak dan mengganggu psikologis mereka dalam belajar di sekolah.
Barulah, kata Ahok, akhirnya Dinas Peternakan DKI Jakarta mengajukan pembuatan Instruksi Gubernur (Ingub) yang melarang pemotongan hewan di halaman SD dan ditandatanganinya sebagai Plt Gubernur saat itu.
“Ngapain saya yang ngelarang? Kurang cerdas fitnahnya,” ucap Ahok.
Menurut sumber :

UPAYA DARI BERBAGAI ORGANISASI ISLAM UNTUK MENURUNKAN AHOK
Gerakan Masyarakat Jakarta menolak Ahok, saat berjalan kaki dari bundaran HI ke Gedung DPRD DKI

1. Upaya Melengserkan Ahok Oleh Fahmi Tamami
Untuk aksi sejuta umat bersama Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) dalam menolak Basuki Purnama (Ahok) jadi Gubernur DKI Jakarta, organisasi Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid dan Musholla Indonesia (Fahmi Tamami) sudah mengkoordinasikan ribuan masjid agar pengurus dan jamaahnya bisa mengikuti aksi yang akan digelar Senin 10 November 2014 besok.
“Kita sudah minta tandatangan dan stempel ke setiap DKM masjid. Kita rencanakan miminal ada 1000 masjid di Jakarta ini yang mendukung gerakan penolakan Ahok jadi Gubernur,” ujar Ustaz Luthfi Zubaidi, Sekjen Fahmi Tamami

2. Alasan JAS menolak Ahok
Ahok telah membuat membuat resah umat Islam di Jakarta. Hal ini didasarkan dengan banyaknya kebijakan dari Basuki Tjahaja Purnama yang bertentangan dengan syariat Islam seperti pelarangan melaksanakan ibadah qurban di tempat-tempat yang selama ini menjalankan ibadah qurban, ditambah dengan sikap arogan dan permusuhannya terhadap umat islam dengan beraninya menantang Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini sudah berkontribusi untuk Islam dengan gerakan amar ma’ruf nahi munkar.
Berikut Alasannya :

Pertama, menolak pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta di dasarkan bahwa umat Islam haram dipimpin oleh pemimpin yang bukan Muslim.
Kedua, menolak pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama karena Penghinaannya terhadap syariat Islam dan upaya –upaya untuk melemahkan syariat Islam seperti ibadah qurban.
Ketiga, menolak pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama karena tidak memiliki akhlak yang mulia sebagai mana kita lihat dari ucapan-ucapannya yang tidak memberikan pendidikan kepada umat Islam.
Disunting oleh : Azam Abdurrahman, Muhammad Jihad, dan Paibo Rusdi

FPI Mempolisikan AhokInilah Dosa-dosa Ahok menurut FPI yang dikumpulkan Liputan6.com.*** 4 ‘Dosa’ Ahok Versi FPI Liputan6.com, Jakarta – Ketegangan Ahok dan Ormas Front Pembela...
NAHIMUNKAR.COM

ISLAM MEMIMPIN INDONESIA: KONSOLIDASI POTENSI

Khamis, 13 November 2014

Secara demografi umat Islam di Indonesia berjumlah 88.01 % dari 250 jt-an warga bangsa Indonesia. Hal ini sangat potensial untuk menata Indonesia menjadi Negara yang berlandaskan dan bersistemkan Islam, hal ini merupakan bingkai khilafah Nusantara yang akan menyambungkan diri dengan Khilafah Minhaju Nubuwah. Potensi demografi ditopang oleh potensi alam dan potensi peran kesejarahan yang telah membuktikan kalau Islam merupakan variabel yang signifikan untuk kemajuan Indonesia dalam artian yang sesungguhnya.

secara nasional kekuatan Islam di Indonesia tidak bisa dipungkiri. Maka kepada para pemuda dan mahasiswa dan kaum terpelajar serta masyarakat Indonesia secara umum harus segera dan seterusnya untuk menjadikan Al-qur'an sebagai first reference yang ditopang oleh Hadits nabi Miuhammad saw. Adapun untuk aplilasi penerapan sistem Islam harus dilakukan riset dan pembuatan rumus turunan dalam bentuk konsep dan aksi, bagaimana ajaran Islam itu diterapkan dalam segala bidang kehidupan termasuk berbangsa dan bernegara.

Tantangan terberat kita adalah dari internal umat Islam yakni yang memiliki atau terjangkit virus ganas SEPILIS, Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme yang ujungnya adalah Anti Tuhan atau Ateis. Ditambah dengan pola budaya yang kontraproduktif dan antagonis, sehingga kita sudah kehabisan energi sebelum peperangan dilmulai. Selanjutnya kaum Zionis Krsiten, Ahmadiyah, Syiah, LDII dan PKI memanen situasi ini dengan agresif, massif, terstruktur dan sistematis. Tentunya hal ini tidak boleh melemahnkan para Mujhaidin Nusantara untuk terus bergerak dan membangun kekuatan umat dalam artian membangun kekuatan SDM, SDD dan SDS. Semua umat harus terlibat dan terus melakukan interaksi dan silaturahim.

Persatuan umat akan memberikan energi kekuatan dan kita akan menyaksikan kemenangan Islam dengan tegaknya NKRI Syariah secara tak terbantahkan karena hampir 70 tahun kita merana terus menerus, Ayo kita singsingkan tangan untuk tegaknya Islam di Bumi Nusantara !!


Alfian Tanjung
Pimpinan Taruna Muslim
Pengasuh Majelis Lentera Jihad (MLJ)


Fanpage: https://www.facebook.com/alfiantanjungtm
Twitter: @alfiantmf