Monday, 16 November 2015

KEWAJIBAN PENDIDIK MUSLIM (Bagian 3)

Oleh: Ust. Drs. Alfian Tanjung M.Pd

Foto: Beberapa suksesor Parade Tauhid Indonesia 2015.

LANJUTAN...

JAWABAN PENDIDIK MUSLIM

     Diawali oleh kemauan menjadi hamba Allah dan Khalifah Allah di muka bumi secara pribadi, para pendidik muslim perlu mengorganisasikan dirinya baik secara lokal, regional, Nasional hingga Internasional. Dimulai dari kesadaran akan realitas dan tantangan umat serta resiko apabila kita berpangku tangan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para pendidikan Muslim, antara lain:

1.    Menjadi Pembelajar Abadi
Artinya, sebagai Insan Pendidikan, baik sebagai guru, tenaga administrasi, kepala sekolah, penjaga sekolah, penjaga kantin dan siapapun manusianya yang terlibat secara langsung dalam PBM harus diberikan virus cinta belajar.

2.    Menjadi Tenaga Profesional
Dimulai dengan kepercayaan diri yang tinggi, kemampuan yang memadai secara keilmuan dan keterampilan yang mantap serta dedikasi yang kuat dan konsisten dalam menggeluti dunia pendidikan.

3.    Membangun Budaya Keilmuan
Dimulai dengan keteladanan dan kewibawaan yang alami, ketersediaan fasilitas, jelasnya aturan dan peraturan yang dijadikan rujukan, serta pembiasaan yang dibangun dengan cara-cara yang edukatif, maka budaya keilmuan menjadi wujud di lingkungan pendidikan baik secara formal di sekolah maupun di rumah dan di masyarakat.

Melalui aktifitas belajar mengajar di sekolah, sikap mendidik dari orangtua dan dukungan terhadap pendidikan dari masyarakat. Disambut oleh kesadaran diri dari si pelajar atau mahasiswa. Kelahiran generasi yang tangguh secara komprehensif akan menjadi suatu yang wujud.

Jawaban yang dipaparkan masih bersifat normatif, berupa daftar keinginan yang kental dengan semangat idealisme. Padahal dunia pendidikan kita sudah terlalu jauh tercecer bahkan dari negara yang pernah menjadi ‘murid’ kita yakni Malaysia.

Sebagai komunitas Pendidikan kita tidak boleh berkecil hati, kita harus sadar dengan sepenuh hati dan menumbuhkan jiwa jihad dalam mempersiapkan generasi di belakang kita. Karena mereka akan menghadapai masa yang berbeda dengan zaman kita hari ini.


Akhirnya semua berpulang kepada apakah sejarah dunia ini akan dibuat oleh musuh-musuh agama ini? Atau kita masih punya nyali untuk membuat sejarah? Jawabannya adalah luruskan niat, perhebat  ikhtiar, perbanyak do’a, siapkan dana,    miliki alat-alat dan fasilitas pendukung, biasakan kerja jama’ah dan  tawakkal  pada  Allah.

SELESAI.
_______________
FanPage Facebook: Alfian Tanjung (https://www.facebook.com/alfiantanjungtm)
Email: mljtarunamuslim@gmail.com
Twitter: @alfiantmf
Instagram: alfiantanjungg

KEWAJIBAN PENDIDIK MUSLIM (Bagian 2)

Oleh: Ust. Drs. Alfian Tanjung M.Pd

Foto: Bersama KB Pelajar Islam Indonesia (PII).


LANJUTAN...

TANTANGAN DUNIA ISLAM

Sejak runtuhnya Turki Utsmani pada tahun 1924, dunia Islam semakin tidak terorganisir, sehingga situasinya semakin sangat memprihatinkan. Karena banyak negara Islam yang berada dalam kangkangan para penjajah. Kolonialisme ini menyebabkan tiga penyakit utama umat Islam, yaitu:

1.    Islamophobia,
2.    Rasa rendah diri,
3.    Bermental budak.

Sementara itu dakwah Islam menghadapi tantangan dari dalam dan luar umat Islam,
  • Tantangan dari dalam (internal) umat Islam yaitu budaya nenek moyang, pola pikir yang sekuler, dan perpecahan umat.
  • Tantangan dari luar (eksternal) umat Islam yaitu Zionis - Kristen, Pemurtadan, Komunisme dan ajaran-ajaran atau idiologi anti tauhid lainnya.

Implikasi dari tantangan-tantangan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kemandekan dan Kelemahan Umat

Terutama dalam hal aqidah, ibadah, akhlak dan penerapan syari’at Islam. Sehingga umat Islam berada dalam ketertinggalan disegala bidang. Karena umat telah lepas dari ikatan yang kuat yaitu Al-quran dan sunnah Rasulullah.

2. Penjajahan Pemikiran
Hal ini merupakan kondisi yang terbesar dan terberat yang dialami umat Islam. Sayangnya hal ini tidak disadari oleh sebagian besar umat diseluruh dunia Islam. Racun dijadikan obat, atau racun dikira madu.

3.  Penghancuran Pisik
Afghanistan adalah ayat kauniyah dari penghancuran negeri Islam, yang lainnya adalah Sudan, Irak, Palestina, Lebanon, Checnya dll serta negara-negara yang diincar untuk dihancurkan, Iran, Suriah, termasuk Indonesia.

4.  Penguasaan Total
Baik sumberdaya alam, kekayaan yang dimiliki serta SDM negeri-negeri Islam berada  dalam cengkraman para penjajah. Indonesia adalah salah satu contoh yang sangat kasat mata.

Menjawab tantangan tersebut diatas, jalur pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar. Hal ini harus disadari oleh para pendidik muslim. Karena ini adalah agenda perjuangan yang sangat luas, besar dan berat. Kesadaran harus ditindaklanjuti oleh kerja-kerja perjuangan.

Pertannyaannya adalah apakah para civitas pendidikan di dunia Islam memiliki wawasan tentang situasi tersebut diatas?

Bersambung...Ke Bagian 3...
_______________
FanPage Facebook: Alfian Tanjung (https://www.facebook.com/alfiantanjungtm)
Email: mljtarunamuslim@gmail.com
Twitter: @alfiantmf

Instagram: alfiantanjungg

KEWAJIBAN PENDIDIK MUSLIM (Bagian 1)

Oleh: Ust. Drs. Alfian Tanjung M.Pd


Foto: Ketika Membahas Kebangkitan PKI di RASIL TV.


“Dan hendaklah engkau khawatir akan datang generasi yang lemah, generasi yang meninggalkan sholat dan generasi yang memperturutkan hawa nafsunya”

(Q.S. Annisa : 09)

BEBERAPA KENYATAAN

Aktifitas sebagai pendidik, baik sebagai guru atau civitas akademika disebuah lembaga pendidikan relatif jauh panggang dari api. Maka fenomena yang memprihatinkan dari hari kehari semakin memilukan hati bagi para pendidik yang memiliki idealisme dan jiwa mendidik. Diantara hal yang meperihatinkan tersebut diantaranya;

Pertama, situasi malas belajar, hal ini menjadi sesuatu yang umum dalam kebanyakan pelajar kita, termasuk para penyandang predikat mahasiswa.
Kedua, persoalan sekitar guru, dari persoalan keterampilan mengajar, dedikasi sebagai pendidik dan wawasan mutakhir tentang disiplin ilmu yang diajarkannya.
Ketiga, sikap keluarga yang melihat pendidikan sebagai sesuatu yang profan dan materialistik bahkan kerapkali bersikap kontraproduktif dari nilai-nilai kependidikan.
Keempat sikap masyarakat yang belum menjadikan pendidikan sebagai investasi SDM ,hal ini terjadi pada kebanyakan masyarakat.
Kelima, sikap politik pemerintah, dari perangkat hukum disatu sisi dan implementasi disisi  lain termasuk dalam merecovery persoalan pendidikan masih jauh dari penanganan yang terorganisir.

Hal tersebut berimplikasi sangat luas, secara kualitatif, Indonesia merupakan negara yang sangat tertinggal dalam bidang pendidikan, bisa dilihat dari peringkat yang terbawah baik di Asia, apalagi di dunia, secara kuantitatif, banyaknya tenaga pengangguran terdidik (300.000 - 500.000 orang) sarjana di Indonesia merupakan tenaga pengangguran. Belum lagi pengangguran tingkat dibawahnya yang secara total telah menggenapkan jumlah pengangguran menembus angka 40.000.000-an orang. Keadaan ini menjadi sebab dari merebaknya kejahatan dan kebejatan moralitas di masyarakat yang pada akhirnya membuat bangsa kita tertinggal secara keilmuan dan peradaban. Dan membuat bangsa kita jauh dari Allah, hal ini beresiko kita mengalami kerugian di dunia dan di akhirat.

Tugas pendidik muslim dan civitas akademika di sekolah-sekolah secara umum adalah menjadikan proses belajar mengajar yang efektif disatu sisi, dan menyiapkan tenaga-tenaga calon pemimpin umat di semua sektor kehidupan disisi yang lainnya. Dengan kata lain kegiatan pendidikan yang dilakukan terhadap generasi Muslim adalah aktifitas persiapan, berupa penyiapan SDM dengan kualifikasi yang handal dan tangguh. Baik secara mental–spiritual, Moral– sosial, Keterampilan hidup dan kemampuan tekhnologi serta kemampuan kepemimpinan.

Untuk memproses dan mewujudkan tugas tersebut, perlu dilakukan kerja-kerja yang bersifat strategis dari seluruh komponen potensi umat. Karena untuk kasus Indonesia, sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan merupakan hal yang tertinggal dari kaum lain. Dengan langkah-langkah yang terencana, sistematis, terprogram dan berkelanjutan upaya penguatan potensi umat bisa dilakukan. Dan pada tahapan berikutnya umat Islam akan menjadi tuan di negerinya sendiri. Indonesia adil dan makmur akan terwujud jika umat Islam mengalami proses pemberdayaan yang proporsional, fungsional. Hal ini dimulai dari penyiapan SDM, maka jelaslah betapa mulianya tugas para pendidik.

Bersambung... Ke Bagian 2.
_______________
FanPage Facebook: Alfian Tanjung (https://www.facebook.com/alfiantanjungtm)
Email: mljtarunamuslim@gmail.com
Twitter: @alfiantmf

Instagram: alfiantanjungg

Tuesday, 19 May 2015

MEMETAKAN RENCANA JAHAT TERHADAP UMAT ISLAM (V)

Oleh: Alfian Tanjung

Nurhasan Al Ubaidah, adalah sosok yang sangat legendaris terutama dikalangan Islam Jamaah, Darul hadits kemudian dikenal dengan nama LEMKARI, sampai sekarang populer dengan sebutan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), dibangun tahun 1962 oleh sang Imam, Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Luar biasa). LDII me-make up wajahnya dengan "Paradigma Baru" ya Paradigma Baru kelakuan lama, Islam jamaah hampir mirip dengan syiah, cuma mereka merupakan produk lokal. suka berbohong bahkan dianjurkan terhadap orang diluar mereka, merendahkan harkat wanita, seperti keberadaan kampung janda di lampung dan memainkan politik uang untuk memenangkan kepentingan mereka lebih dikenal dengan uang merah. Yaitu uang yang disimpan dan disiapkan untuk Suap.

Pada tahun 1971 Kejaksaan agung telah menetapkan LDII (dulu bernama Islam Jamaah) sebagai ajaran yang terlarang dan menyesatkan serta bukan termasuk ajaran Islam, karena mereka (Islam Jamaah) berlindung dibawah Pohon beringin (GOLKAR) semasa orde baru perkembangannya semakin tak terbendung karena mereka adalah loyalis Golkar. LDII berlindung pada partai pemenang pemilu atau pemegang kekuasaan.

Beberapa catatan kebahayaan LDII: 

Pemerintahan dalam pemerintahan, struktur mereka seperti pemerintahan ditopang sistem kepemimpinan yang nepotisme dan otoriter serta represif bahkan tak segan-segan mencelakai siapapun yang berani membuka "Kebusukan" mereka. Kasus yang dialami oleh ustadz Bambang Irawan, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dan penyerbuan kekampus UIK Bogor pada tahun 2014 yang lalu, (dan beberapa kasus yang sama didaerah).

-Keberadadaan Senkom, satuan tugas atau laskar LDII yang memiliki kostum dan uniform persis dengan seragam Polisi.
Prinsip Mankul, Al Quran yang boleh dipelajari dan diikuti hanya yang pernah dibahas oleh ustad LDII/Islam Jamaah saja.

-Sholat bejamaah hanya mau kalau mereka yang menjadi imam dan hanya mau sholat yang merupakan masjid jamaah mereka, coba ajak mereka untuk sholat jumat berjamah dimasjid miliki mayarakat non LDII, bisa dipastikan mereka tidak akan mau.

-Doktrin Poligami, bukan untuk menegakkan syariat Islam tetapi untuk mengokohkan dan memperbanyak anggota mereka sehingga mereka semakin eksis & membahayakan misi dakwah.

-Memiliki antek-antek pelindung mereka baik dari kalangan aparat atau ulama non LDII dengan menggunakan uang merah mereka.

Secara hukum positif, LDII sudah sukses menjebloskan kepenjara siapa saja yang terang-terangan membuka isi dapur atau isi perut mereka. LDII merupakan salah satu kanker ganas umat Islam di Indonesia. Membasmi mereka merupakan agenda tersendiri dan memerlukan operasi khusus. Media pun tak luput dari pembinaaan mereka, disamping mereka memiliki media sendiri, baik cetak, online mapun TV komunitas dll.


"ISLAM JAMAAH, LEMKARI ATAU LDII MERUPAKAN HAL YANG SETALI TIGA UANG, DIBANGUN SEJAK 1962 SAMPAI SEKARANG SEMAKIN EKSIS, KARENA BANYAK PIHAK BERKEPENTINGAN UNTUK KEBERADAAN MEREKA. 
MARI DALAMI DAN LAKUKAN OPERASI PEMBASMIAN SECARA SYARIAH DAN KONSTITUSIONAL"

MEMETAKAN RENCANA JAHAT TERHADAP UMAT ISLAM (IV)

Oleh: Alfian Tanjung

Sejak 1979, kemenangan Revolusi Islam yang dibesut oleh Ayatullah Al Musavi Alkhomeini. Paham Syiah dengan segala variannya berkembang dengan sangat pesat. Pada tanggal 2-4 April 2010 di Pondok Gede Jakarta Timur diadakan Silatnas Jamaah Ahlul Bait se-Indonesia. Konsolidasi kaum Syiah semakin menasional dan mengarah pada gerakan syiahisasi.

Peristiwa Adz-Dzikra di awal tahun 2015 merupakan percikan kecil dan puncak Gunung Es dari Kekaisaran Persia yang sudah memakan korban sangat banyak diberbagai negara, baik di Asia dan Afrika. Sampai awal 2015 ini sudah sekitar 250.000 orang dibantai oleh kaum syiah di Suriah, sejak 2003 kaum syiah semakin kuat mencengkram Irak, upaya kudeta Yaman menjadi fakta yang teranyar. Secara terang-terangan kaum Syiah melakukan demonstrasi menuntut penutupan dan pegusiran Duta besar Arab Saudi di Indonesia disaat sedang diadakan hajat Internasional yakni peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika. Kaum syiah merajalela di Indonesia, keberadaan Iranian Corner diberbagai perguruan Tinggi di Indonesia merupakan wujud bercokolnya upaya Syiahisasi melalui gerakan pemikiran.

Bagaimana kalau GERAKAN SYIAH kita biarkan terus ?

Dengan gencarnya Gerakan Kristenisasi/Transformasi, Bangkitnya Gerombolan Palu Arit PKI, Latensi LDII, Lucahnya JIL/JIMM, Ahmadiyah sang Nabi Palsu serta gerakan sesat menyesatkan lainnya juga gerakan Sekulerisasi yang terlembaga oleh negara. Syiah merupakan satu diantara faktor penghancur Islam dan penyebab desintegrasi NKRI, NKRI bisa pecah dan bubar !!! yang didahului dengan adanya perang saudara.

Kasus Sampang, dengan si Tajul Muluk pemimpin lokal Agama Syiah sampai insiden Adz-Dzikra Sentul Bogor dari seratusan yang datang menyerbu 100 % mengaku dengan sadar kalau mereka adalah pengikut agama Syiah. Keberadaan imigran Iran di Palangkaraya, kalimantan, Komunitas Syiah di sekitar Cisarua Bogor dan Kaum Syiah di Pekan Baru menjadi indikasi kuat kalau kaum syiah semakin eksis secara pisik. Keberadan lembaga pendidikan, penerbitan, lembaga sosial dan memanjakan tokoh Islam serta kemudahan belajar di perguruan tinggi di Iran serta pola taqiyyah dan nikah mutah menjadi satu gerakan resultante kekuatan syiah di Indonesia, selain penyusupan dikalangan ormas, orpol, TNI/POLRI dan tokoh publik lainnya termasuk tokoh politik dan ulama yang ternama. Sebelum keadaan tak terkendali dan kaum syiah melakukan aksi pisik mereka semua pihak harus bergerak. Hal ini harus mendapatkan perhatian secara proporsional dan tetap dengan kesadaran penuh bahwa keadaan ini bisa kita atasi dengan syarat kita harus dalam kedaan waspada dan terus menerus mengadakan peningkatan kualitas dan kuantitas dakwah untuk menyambut inzalnya khilafah minhaju nubuwah sebagai wujud dari izzul Islam wal Muslimin.

"SYIAH MENGANGGAP ALI SEBAGAI NABI ATAU PEWARIS TUNGGAL KENABIAN, BAHKAN ADA YANG MENYEMBAH ALI SEBAGAI TUHAN, HAL INI HARUS DICEGAH/ DIBASMI"

Monday, 4 May 2015

MENGENANG, MENGENAL DAN MERANCANG PII: PERAN KADER PII UNTUK INDONESIA BERSYARIAH

Oleh: Alfian Tanjung*

PII (Pelajar Islam Indonesia) merupakan gerakan Perjuangan Pemuda Pelajar yang dibangkitkan pada tanggal 4 Mei 1947 di Yogyakarta, dimasa awal berdirinya telah mempersembahkan seorang Syahid dari seorang pelajar yang bernama Suryo Sugito pada tahun 1948 sebagai anggota PII yang tentara Pelajar.

Tahun 1951 komunitas Pelajar Islam Jakarta menggabungkan diri ke Pelajar Islam Indonesia yang dibentuk di Yogyakarta. Sebagai Organisasi yang lahir dari rahim umat Islam yang memiliki misi menyatukan Pelajar Umum dan Santri berjalan dengan sangat dinamis. Tahun 1952 mengikuti Pelatihan Internasional di Colombo dan mengikuti pertukaran Pelajar Indonesia-Amerika AFS, diantara alumninya : Agus Sudono, Taufik Ismail dan Letjend (Purn, alm) Z.A Maulani.

Kebangkitan PII bersamaan tahun dengan HMI. Tahun 1960 Sukarno Membubarkan Masyumi dengan SK no.200 tahun 1960, atas desakan PKI, karena Sukarno sedang "Kasmaran Politik" dengan ide NASAKOM (Nasionalis Agama Komunis), imbasnya sangat terasa bagi umat Islam dan misi dakwah Islam. 1963 Sukarno Membubarkan/membekukan GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia) dan mengancam bubar HMI (hal ini menginspirasi kader muda HMI untuk membentuk IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah).

Dalam situasi yang sangat berat, beban perjuangan Umat Islam bertumpu pada PII (Kader PII dikenal sebagai Masyumi celana pendek), kader PII juga menyatu dengan warga NU di Jawa, terutama Pesantren yang secara fakta sejarah sebagai basis perlawanan terhadap keganasan dan kekejaman serta kesadisan gerombolan anti Tuhan yang bernama Partai Komunis Indonesia (PKI). Kekejaman PKI menimpa warga NU dan Keluarga Besar Bintang Bulan (Masyumi). 1948 PKI menghancurkan Pesantren PSM Takeran, Magetan- Madiun Jawa TImur, PKI Meracun sampai mati 62 orang pemuda Ansor (BANSER) pada persitiwa cemetuk cluring, Blitar Jawa Timur pada tahun 1962, menyerbu acara Mental Training PII di Kanigoro pada tanggal 14 Januari 1965 dengan melecehkan PII Wati dan menginjak-injak Al-Quran yang dipimpin kader Pemuda Rakyat (PKI) yang bernama Suryadi dengan 3000 kader PKI menyerbu Masjid dimana acara PII tersebut berlangsung.

PII menjadi pelopor, motor gerakan perlawanan terhadap PKI, beberapa nama yang sangat legendaris: Moch. Husnie Thamrin (Ketum PB PII ketua KAPPI, Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia), Oo Cholis Rohendi (Komandan Pengganyangan PKI yang membakar kantor CC PKI) dan Abdul Qadir Djaelani (AQJ), tokoh Betawi yang juga kader militant PII. secara Nasional PII berperan melawan dan mengganyang PKI, ada Timsar Zubil di Sumatera Utara, Zubeir Bakri di Sulawesi, Tamat Ansori, Moh Ibrahim dkk dari Kediri Jawa Timur, hal yang sama juga terjadi di Sumatera, Kalimantan dan Indonesia bagian Timur. Keruntuhan Orde Lama, tak bisa dipisahkan dari peran Kader PII.

Orde Baru, yang asli atau murni hanya tahun 1966-1969, selanjutnya sangat didominasi oleh kaum Sekuler, terutama kader Serikat Jesuit, kader Katolitk mereka masuk lewat pintu isteri Presiden Suharto, Ibu Tien Suharto. Hal ini sangat terasa seperti pada perumusan UU Perkawinan tahun 1973 (draft awalnya adalah mengadopsi sistem perkawinan Katolik) dengn militansi Kader PII, seorang kader PII Wati (kader PII yang Perempuan) Maryati Nasution berhasil menggagalkan sidang penetapan UU Perkawinan tersebut bekerja sama dengan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) dengan mengambil palu sidang yang membuat sidang gagal dan RUU Pendidikan Nasional (yang draft awalnya merupakan rumusan pendidikan katolik) setelah mendapat perlawanan yang kuat dari PPP (dibantu oleh kader PII dan kader Politik Islam/Islam Politik yang di Golkar dan PDI), keluarlah UU Pendidikan Nasional nomer 2 tahun 1989, (termasuk menolak aliran kepercayaan dll).

Perjuangan kader PII tidak bisa dipisahkan dengan penggunaan Jilbab/Hijab disekolah umum secara Nasional, sejak 1984 PII telah menegaskan identitas muslimah dikalangan pelajar umum dan santriyah dengan jilbab dan hijabnya, Alhamdulilah sukses dengan Kepmendibud 16 Februari 1991 yang membolehkan pelajar/mahiswa berjilbab.

Orde baru menjadi sangat repesif dengan umat Islam setelah menetapkan UU no 5 tahun 1985 tentang UU Keormasan yan telah menjadikan Pancasila sebagai kuda tunggangan kaum Sekuler, Kristen dan PKI untuk menekan Islam dan gerakan dakwah Islam. Hubungan kembali mesra ketika tahun 1990 ICMI (Ikatna Cendikiawan Muslim) didirikan pada tanggal 7 Desember 1990, Pak Harto Pergi Haji 1992, peran politik Islam kembali menguat dan kader PII bermunculan disegala lini. PII merupakan gerakan Pelajar Islam yang sarat dengan muatan agenda perjuangan Umat Islam terutama perjungan Politik Islam dan Penguatan Ekonomi umat (untuk bidang ini bisa disebut Tanri Abeng dan Soetrisno Bachir).

Era Reformasi, PII mati Suri, Idiologi Perjuangannya memerlukan charge. Untuk itu di tahun ke 68 sebagai Hari Bangkit PII kepada seluruh elemen, kompknan kader PII, Pengurus PII dan simpatisan dan titisan PII agar segera mematut diri, menyamakan frekuensi dan kembali kekhithahnya untuk menjadi Pelajar Pejuang Islam. Kembalilah kesekolah/Pesantren dan Kampus, kembalilah Kemasjid dan masuklah pada jalur perjuangan Politik secar praktis dan perjuangan bisnis secara praktis dan jalur perjuangan Islam disemua lini. 

Selamat Hari Bangkit ke 68 PII !!!

Tandang Kegelanggang walau seorang,
Bentuk barisan shaff Jihad untuk menegakkan Islam
PII Siap ! PII Siap ! PII Jihad !

"PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) ADALAH KAWAH CANDRADIMUKA YANG MELAHIRKAN KADER DARI SEMUA LINI PERJUANAGAN UMAT UNTUK IZZUL ISLAM WAL MUSLIMIN"

*Alfian Tanjung, Kader PII sejak 1982 sampai sekarang.
Ketua Umum Komisariat PII Perumnas Tangerang 1985-1987
Ketua Umum PD PII Tangerang Raya 1989-1990
Ketua Umum PW PII Jakarta Periode 1994-1996
Formatur PB PII Periode 1995-1998 (Ketumnya Hakam Naja)
Ketua Umum PK IMM IKIP Muhammadiyah Jakarta 1987
Ketua Umum Pusat HAMMAS Indonesia 1998-1999
Ketua Umum BPP Gerakan Patriot (GNPI) sejak 2001
Ketua Umum DPP FDKM Tangerang Raya 2009-2014
Pimpinan Taruna Muslim sejak 2000

MEMETAKAN RENCANA JAHAT TERHADAP UMAT ISLAM (III)

Oleh: Alfian Tanjung

Tanggal 25 Mei 2011 jam 16:05 dideklarasikan pembentukan Israel Asia oleh para kader pergerakan Kristen, sebagai tindak lanjut dari percepatan TRANSFORMASI 2020, sebuah upaya membangun Imperium Contendum Kristus. Pasca reformasi dengan tanda mundurnya Pak Harto sebagai Presiden Indonesia yang kedua pada hari Kamis tangal 21 Mei 1998 jam 09.50, kaum Kristen semakin serius menggerakkan mesin Salib mereka, rekomendasi sidang rahasia mereka pada bulan April 2001 di sebuah Hotel mewah di Bandung mereka mencatat: "bahwa dari kalangan Islam sangat tidak respek bahkan abai terhadap Gerakan ZIOKINDO (Zionist Kristen Indonesia)", Agenda mereka adalah sebagai berikut:


Pertama, Jangka pendek melakukan rekruitment besar-besaran masuknya kaum non nasrani kepada agama Kristen dengan cara apapun terutama dengan jalur uang dan jalur balas budi.

Kedua, Jangka menengah, membentuk pasukan Bersenjata Kristen dalam satu kesatuan besar yang bernama BRIGADE YESUS dengan lima satuan Batalyon yakni: Laskar Kristus (Densus 88), Pasukan Kelelawar hitam, Pasukan Paulus, Pasukan Super Ninja dan Pasukan Bunda Maria. Menguasai pasar dengan dominasi pasar diawali dengan membakar, merusak dan menjatuhkan citra pasar rakyat, memunculkan Minimarket jaringan zionist dan supermarket.

Ketiga, Jangka Panjang, ZIOKINDO akan menjadi pengatur Indonesia, berkolaborasi dengn PKC (Partai Komunis Cina). Untuk itu kader dan warga ZIOKINDO diwajibkan berpolitik dan memiliki anak yang banyak minimal 10 orang dan merebut posisi ketua RT dan RW diseluruh Indonesia, untuk menjadikan Indonesia NKRI = Negara Kristus Republik Indonesia, baik secara terang-tarangan maupun bayangan.

Untuk mewujudkan semua itu mereka melakukan beberapa hal diantaranya memperbanyak kader militant dari yang intelektual sampai yang milisi (pasukan reguler termasuk intelejen misi), sejak 2005 dilakukan latihan militer kristen dalam skala besar pada tiap bulan Mei dan Oktober dalam tiap tahunnya, pembuatan perguruan pendidikan dari PAUD-Perguruan tinggi termasuk perguruan dengan nama kamuflase yang banyak dibangun di Aceh pasca tsunami, 2004-2005 dan sumatera Barrat setelah bencana 30 September 2009.

Matinya banyak pesantren di jawa menjadi lahan subur bagi kaum sekuler dan kristen untuk memanennya. Ditopang juga oleh Media mainstream seperti Kompas (Komando Pastur, Kompas TV), Media Indonesia (Metro TV) dan Tempo (baik majalah, koran maupun online), dll. Termasuk keberadaan tokoh-tokoh Publik baik diranah politik maupun artis serta sosok kader mereka yang familiar dengan masyarakat.

"KEADAAN DIPERPARAH OLEH KAUM SEPILIS & TRADISIONALIS YANG DIKANGKANGI OLEH DOLAR DAN IMING-IMING DUNIAWI OLEH PARA AGEN ZIOKINDO DISELURUH JAZIRAH NUSANTARA"